awal mula kelhetz 1984

awal mula kelhetz 1984

Thursday, July 8, 2010

KELHETZ team

Ketika hujan basahi atap rumah dan pepohonan beberapa bocah asik bermain bola dan yg lainya bersepeda ria tak perduli rasa dingin walau bibir membiru dan jari mengkerut lupa atau entah keasikan bermain atau mungkin juga enggan pulang karena ada rasa satu bersama dalam jiwa mereka...Gelinding laju bola plastik seakan berat tuk melambung manakala hujan semakin deras dan sesekali halilintar menggelegar asiknya mereka berteriak seperti sedang perang lalu dengan serempaknya bertiarap......ingat masa kecil dulu jadinya.

Gowes gowes pedal pedal diayun tuk menempuh kecepatan penuh bak pembalap mereka saling beradu cepat walau rintik hujan menghujam menusuk pori mereka tetap tak perduli hingga sampai ketentuan yg tercepat, rasanya permainan tidakkan ada habisnya rasanya tak ada rasa takut atau pun ngeri apalagi rasa terserang sakit.

Semua tinggal kenangan manakala usia semakin larut berfikirpun mulai berubah dan rasa takut pun mulai tumbuh. kadangkala takut dengan teriknya mentari disiang hari karena takut kusamnya kulit sebab masa puber pun tiba penampilan kian dijaga walau tidak semua berfikir seperti itu. cerita keci memang lucu tak berfikir ada beban datang dipenghujung jalan usia masa kecil paling indah untujk di kenang.

Dua tiga titik kejenuhan tak pernah tampak dari pagi sampai sore lalu kembali malam satu buah basecam jadi tempat tongkrongan dengan ujung depan berdiri buah karya mereka Sawung tempat bercengkrama yg dulu pernah ada warung tempat tetua mereka kumpul berdangdut ria. kini warung telah berubah menjadi Sawung dan tetap sebagai pos bercengkrama dan bermain karambool.

Tetap utuh dan tak jenuh diantara satu amgkatan dan yg lainnya semakin bersatu kala beranjak dewasa dari satu gang bergabung mengisi waktu dari lain Rt dan lain kampung sekalipun jadi satu dalam berkumpul menjadi satu bentuk generasi selanjutnya tuk mengibarkan bendera KELHETZ pada sebuah kompolota atau team motor cickle.

KELHETZ adalah perstuan yg mungkin tak terpecahkan makin badai datang makin erat persaudaraan itu disini kita bisa besar disini kita bisa beradaptasi dari lain suku tak membedakan dari usia tak berpengaruh namun apa daya satu persatu kala itu sahabat pergi kala tanah tempat bepijak hilang berganti tegapnya tembok satu rumah.kian hari makin terisisi tapi hati kita tetap bersatu.

terbentuklah satubuah wadah tuk silturahmi di sini aku berharap yang satu tetap lah satu ingat kita waktu ke bandung apa ingat kita waktu ke jogya apa ingat kita waktu ke anyer apa ingat kita waktu berkupul apa ingat kita waktu idul firi idul adha tujuhbelas agustusan masih ingatkan kita?